Rangkasbitung merupakan sebuah kota berstatus kecamatan dan juga ibu kota Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Rangkasbitung merupakan kota kecamatan yang sudah ada semenjak zaman penjajahan Belanda, pada masa itu Rangkasbitung menjadi kota satelit yang cukup maju.
Tata letak kota menganut pada sistem kerajaan, di mana alun-alun, masjid dan pendopo menjadi pusat kota.
Sejarah Rangkasbitung ada dalam beberapa literatur internasional, hal ini dikarenakan seorang asisten residen bernama Eduard Douwes Dekker menulis sebuah buku berjudul Max Havelaar.
Saat menerbitkan Max Havelaar ia menggunakan nama samaran Multatuli. Nama ini berasal dari bahasa Latin dan berarti “‘Aku sudah menderita cukup banyak'” atau “‘Aku sudah banyak menderita'”.
Di sini, kata “aku” merujuk pada Eduard Douwes Dekker sendiri atau rakyat yang terjajah. Nama Multatuli pun menjadi sebuah jalan protokoler dekat alun-alun.
Perjalanan Darat
Jakarta dan Rangkasbitung dipisahkan oleh daratan sepanjang 104 kilometer. Jalur darat biasanya ditempuh dengan kendaraan umum, seperti bus antar kota, dengan lama perjalanan sekitar 2 jam.
Harga Travel Jakarta Rangkasbitung
Harga Travel Jakarta Rangkasbitung adalah Rp300.000
Titik Keberangkatan
Pasar Baru, Mangga Dua, Sawah Besar, Johar Baru Gambir, Cikini, Senen, Cempaka Putih, Rawasari, Gunung Sahari, Kemayoran, Tanah Abang, Menteng, Kelapa Gading, Tanjung Priok, Pademangan, Cilincing, Koja, Penjaringan, Palmerah, Grogol, Kebon Jeruk, Kembangan, Tamansari, Tambora, Kalideres, Pasar Minggu, Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Cilandak, Tebet, Setiabudi, Duren Sawit, Kramat Jati, Makasar, Pasar Rebo, Ciracas, Matraman, Pulo Gadung, Jatinegara, Cipayung, Cakung,
Titik Lokasi Tujuan
- Rangkasbitung
Sekilas Tentang Andara Travel
Andara Travel merupakan perusahaan layanan transportasi travel Jakarta terbaik. Kami menyediakan berbagai layanan travel dengan armada yang lengkap yang bisa Anda gunakan untuk perjalanan Anda ke berbagai daerah tujuan Anda.
Untuk mendaftarkan diri memesan travel layanan kami, Anda bisa menghubungi ke nomor WA dan kontak berikut ini:
Nomor WA: 08578 377 6779
Email: andryjetbus@gmail.com
Wisata Menarik Rangkasbitung
Kalau udah sampai Rangkasbitung ada apa aja ya? Apa yang bisa kita lakukan di Rangkasbitung? Mari simak 5 wisata menarik saat mengunjungi Rangkasbitung berikut ini.
1. Gua Maria Bukit Telaga
Tempat Wisata Rangkasbitung dikembangkan oleh umat Paroki Rangkasbitung pada tahun 1988, yang didukung oleh pimpinan Kongregasi Suster-suster Fransiscan Sukabumi.
Awalnya pembangunan Gua Maria Bukit Kanada ini bermula dari tanah lingkungan SPK Misi Lebak Rangkasbitung yang dianggap sudah memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai Gua Maria.
Untuk itulah pembangunan Gua Maria Bukit Kanada ini dimulai pada tanggal 1 Mei 1988 dengan peletakkan batu pertama oleh Pastor Paroki sebagai awal pembangunan Gua Maria.
Proses pembangunan Gua Maria akhirnya selesai apda 15 Agustus 1988 bertepatan dengan Hari Raya Maria diangkat ke surga serta penutupan Tahun maria. Selanjutnya tempat ini dijadikan tempat peziarah di Banten.
Gua Maria juga dijadikan sebagai Akademi Keperawatan Yatna Yuana Rangkasbitung yang ada di sebagian depan sedangkan bagian belakangnya sebagai Gua Maria.
2. Alun-alun Rangkasbitung
Alun-alun Rangkasbitung bisa menjadi destinasi selanjutnya bagi wisatawan, lokasinya tidak jauh dari Stasiun Rangkasbitung dan dapat menggunakan kendaraan umum untuk sampai ke alun-alun.
Alun-alun Rangkasbitung menyuguhnya taman rindang yang sejuk, sehingga bisa Anda gunakan sebagai tempat bersantai. Aneka jajanan juga tersebar di sepanjang jalan alun-alun ini.
Terdapat pula beberapa lapangan yang banyak digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga.
3. Museum Multaluli
Setelah dari alun-alun Rangkasbitung, Anda bisa mengunjungi Museum Multaluli yang tidak jauh dari Alun-alun Rangkasbitung.
Letaknya di jalan Alun-alun Timur no.8 Rangkasbitung. Jadikan tempat ini sebagai wisata sejarah bagi Anda, karena sebenarnya bangunan Museum Multaluli merupakan bangunan tua bekas peninggalan Multaluli.
Nama “Multaluli” sendiri berasal dari nama pena milik Douwes Deker ketika ia membuat novel berjudul “Max Havelar”.
Museum Multaluli terbagi menjadi tujuh ruangan serta empat segmen. Segmen pertama bercerita tentang masuknya kolonialisme ke Indonesia.
Segmen kedua tentang Multaluli serta novel Max Havelar. Sedangkan segemen ketiga menceritakan sejarah Banten dan Lebak, serta menceritakan juga sejarah Rangkasbitung.
4. Balong Ranca Lenta
Balong Ranca Lenta merupakab objek wisata bendungan dengan air yang bersih, dimana terdapat berbagai wahana air seru yang bisa dinikmati anak-anak maupun dewasa.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kuliner lokal yang dapat memanjakan lidah para pengunjung. Dari tempat wisata ini, Rangkasbitung dapat mempromosikan kuliner lokalnya.
Tidak hanya ramai saat pagi dan siang hari, bahkan saat malam pun suasana di Balon Ranca Lenta semakin ramai. Hal ini disebabkan karena suasana yang semakin mendukung, seperti hadirnya pedagang jalanan.
Sambil menikmati jajanan, pengunjung dapat menyaksikan keindahan bendungan serta suasana sejuk dari bendungan air Balon Ranca Lenta.
5. Pantai Karang Bokor
Banyak wisatawan yang belum mengetahui, kalau Rangkasbitung memiliki pantai alami yang belum banyak dikunjungi orang-orang, yaitu Pantai Karang Bokor.
Bersih, alami, dan cenderung sepi membuat pantai ini menyuguhkan pemandangan yang indah. Dahsyatnya ombak dapat Anda saksikan dari atas tebing Pantai Karang Bokor.
Pemandangan karang pantai juga menghiasi Karang Bokor. Awalnya lokasi karang ini tidak dapat diakses pengunjung karena terpisah dari daratan, namun pihak pengelola akhirnya membuat akses menuju karang tersebut.