Wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat dikenal sebagai kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi.
Berbagai pusat perniagaan bediri di sepanjang jalur penghubung Bandung dan Kabupaten Cianjur, Sukabumi, serta Bogor ini.
Geliat ekonomi di daerah berpenduduk sekitar 160.000 jiwa itu tak lepas dari dukungan infrastruktur, berupa akses Tol Padalarang.
Gerbang tol tersebut langsung terhubung dengan kawasan Kota Baru Parahyangan, kompleks perumahan elit yang asri. Di dalamnya, ada pemandangan Waduk Saguling yang tenang lagi memesona.
Meski demikian, kondisi itu hanyalah pemandangan yang ditemukan di permukaan. Di balik itu, kecamatan yang terdiri atas 10 desa itu menyimpan potret kumuh layaknya kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Perjalanan Darat
Jakarta dan Padalarang dipisahkan oleh daratan sepanjang 134 kilometer. Jalur darat biasanya ditempuh dengan kendaraan umum, seperti bus antar kota, dengan lama perjalanan sekitar 2 jam .
Harga Travel Jakarta Padalarang
Harga Travel Jakarta Padalarang adalah Rp250.000 – Rp300.000
Titik Keberangkatan
Pasar Baru, Mangga Dua, Sawah Besar, Johar Baru Gambir, Cikini, Senen, Cempaka Putih, Rawasari, Gunung Sahari, Kemayoran, Tanah Abang, Menteng, Kelapa Gading, Tanjung Priok, Pademangan, Cilincing, Koja, Penjaringan, Palmerah, Grogol, Kebon Jeruk, Kembangan, Tamansari, Tambora, Kalideres, Pasar Minggu, Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Cilandak, Tebet, Setiabudi, Duren Sawit, Kramat Jati, Makasar, Pasar Rebo, Ciracas, Matraman, Pulo Gadung, Jatinegara, Cipayung, Cakung,
Titik Lokasi Tujuan
- Padalarang
Sekilas Tentang Andara Travel
Andara Travel merupakan perusahaan layanan transportasi travel Jakarta terbaik. Kami menyediakan berbagai layanan travel dengan armada yang lengkap yang bisa Anda gunakan untuk perjalanan Anda ke berbagai daerah tujuan Anda.
Untuk mendaftarkan diri memesan travel layanan kami, Anda bisa menghubungi ke nomor WA dan kontak berikut ini:
Nomor WA: 08578 377 6779
Email: andryjetbus@gmail.com
Fakta Menarik Padalarang
Kalau udah sampai Padalarang ada apa aja ya? Apa yang bisa kita lakukan di Padalarang? Mari simak 4 fakta menarik saat mengunjungi Padalarang berikut ini.
1. Patahan Lembang
Patahan atau sesar adalah retakan tanah akibat adanya pergeseran atau pergerakan lempengan tektonik. Patahan Lembang adalah patahan aktif dengan pergerakan kecepatan 3 mm-6 mm per tahun.
Bukti aktifnya Patahan Lembang ini dikuatkan dengan terjadinya gempa di di Kampung Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kecamatan CIsarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Agustus dan September 2011.
Meski hanya berkekuatan 3,3 pada skala Ritcher, gempa tersebut menyebabkan sedikitnya 384 rumah warga rusak ringan hingga berat.
Patahan Lembang ini memanjang sejauh 22 km dari Lembang hingga ke Ngamprah dan Padalarang.
Bangunan-bangunan vital seperti Observatorium Bosshca, Markas TNI Kowad, hingga Kantor Pemerintahan Kabpaten Bandung Barat berada di jalur ini.
Meski berbahaya, Sesar Lembang merupakan tempat wisata yang sangat indah dan banyak dikunjungi wisatawan.
Udara yang sejuk juga barisan pepohonan yang berada di sekitarnya membuat tempat ini sangat cocok bagi mereka yang yang ingin melepas lelah.
Salah satu puncak terindahnya adalah Tebing Keraton. Selain itu, tempat wisata di Sesar Lembang yang terkenal lainnya adalah Gunung Batu yang disebut-sebut sebagai puncak dari Sesar Lembang.
2. Makam Pahlawan Nasional
Oto Iskandar Dinata atau sering ditulis Oto Iskandardinata adalah pahlawan nasional asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Namanya sempat diabadikan dalam pecahan uang Rp20 ribu. Ia juga dijuluki Si Jalak Harupat, yang kini diabadikan sebagai nama stadion di Soreang, Kabupaten Bandung.
Pria bernama lengkap Raden Oto Iskandar Dinata lahir di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 31 Maret 1897. Oto meninggal di Mauk, Kabupaten Tangerang pada 20 Desember 1945, ketika umur 48 tahun.
Makam Oto Iskandardinata berada di Jalan Raya Lembang-Bandung, tepatnya di Kampung Pasirpahlawan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Meski demikian, makam tersebut hanyalah sebagai simbol, sebab hingga kini tidak diketahui keberadaan jasad pencetus pekik Merdeka itu. Selain pemakaman, di lokasi ini juga terdapat monumen.
Makam tersebut berlokasi di dalam kompleks monumen perjuangan Bandung Utara bernama Monumen Pasir Pahlawan Oto Iskandar Dinata.
Kompleks pemakaman ini dikelilingi tembok berpagar, lengkap dengan sebuah pintu gerbang yang selalu dikunci. Tak jauh dari pintu gerbang terdapat sebuah pos penjagaan.
3. Perang Tomat
Perang tomat tak hanya ada di Spanyol yang setiap tahun menggelar festival La Tomatina. Kabupaten Bandung Barat, juga ada perang tomat yang digelar setiap Agustus atau September setiap tahun.
Perang tomat berawal dari banyaknya tomat busuk yang berserakan di jalanan. Petani saat itu enggan menjual hasil panen tomat lantaran harga jualnya sangat anjlok. Akibatnya, ribuan tomat dibuang begitu saja.
Dari peristiwa yang terjadi pada 2010 itu, tercetuslah ide untuk memanfaatkan tomat-tomat busuk itu menjadi peluru untuk perang tomat.
Dengan menjadi salah satu rangkaian hajat lembur, perang tomat menjadi daya tarik wisata dan budaya setempat. baca juga : Travel Umroh Bandung
4. Kuliner Khas Bandung Barat
Ada beragam kuliner khas Bandung Barat, salah satunya Wajit Cililin. Makanan yang bercita rasa manis itu biasanya dibungkus daun jagung yang sudah kering.
Makanan berwarna coklat ini bahkan sudah menjadi oleh-oleh khas yang dengan mudah didapatkan.
Berbahan dasar beras ketan, gula aren, kelapa dan sedikit vanili, Wajit Cililin bertekstur lembut yang membuatnya sangat digemari. Kuliner khas lainnya ada Sate Kelinci, Cuankie, Nasi Tutug Oncom, Gepuk dan lain-lain.