Karangasem, salah satu kabupaten yang posisinya paling timur Provinsi Bali. Ibu kota kabupaten ini bernama di Amlapura.
Kabupaten Karangasem memiliki luas 839,24 kilometer persegi. Wilayahnya terbagi atas delapan kecamatan, yaitu Rendang, Sidemen, Manggis, Karangasem, Abang, Bebandem, Selat, dan Kubu.
Kabupaten ini dijuluki sebagai Mutiara dari Timur yang diharapkan dapat menjadi daerah pertumbuhan baru di Bali, khususnya dalam hal pariwisata, industri kecil, potensi lahan kering, serta tambang emas hitam.
Perjalanan Darat
Jakarta dan Karangasem dipisahkan oleh daratan sepanjang 1.233,6 kilometer. Jalur darat biasanya ditempuh dengan kendaraan umum, seperti bus antar kota, dengan lama perjalanan sekitar 19 jam 21 menit .
Harga Travel Jakarta Karangasem
Harga Travel Jakarta Karangasem adalah Rp900.000 – Rp1.000.000
Titik Keberangkatan
Pasar Baru, Mangga Dua, Sawah Besar, Johar Baru Gambir, Cikini, Senen, Cempaka Putih, Rawasari, Gunung Sahari, Kemayoran, Tanah Abang, Menteng, Kelapa Gading, Tanjung Priok, Pademangan, Cilincing, Koja, Penjaringan, Palmerah, Grogol, Kebon Jeruk, Kembangan, Tamansari, Tambora, Kalideres, Pasar Minggu, Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Cilandak, Tebet, Setiabudi, Duren Sawit, Kramat Jati, Makasar, Pasar Rebo, Ciracas, Matraman, Pulo Gadung, Jatinegara, Cipayung, Cakung,
Titik Lokasi Tujuan
- Candidasa
Sekilas Tentang Andara Travel
Andara Travel merupakan perusahaan layanan transportasi travel Jakarta terbaik. Kami menyediakan berbagai layanan travel dengan armada yang lengkap yang bisa Anda gunakan untuk perjalanan Anda ke berbagai daerah tujuan Anda.
Untuk mendaftarkan diri memesan travel layanan kami, Anda bisa menghubungi ke nomor WA dan kontak berikut ini:
Nomor WA: 08578 377 6779
Email: andryjetbus@gmail.com
*****
Rekomendasi Wisata Karangasem
Kalau udah sampai Karangasem ada apa aja ya? Apa yang bisa kita lakukan di Banyumas? Mari simak 6 tempat wisata Karangasem berikut ini!
1. Puri Agung Karangasem
Puri Agung Karangasem berada di pusat kota Amlapura, sekitar lima kilometer dari Taman Soekasada Ujung. Daya tarik puri ini terletak pada kemegahan arsitektur yang memadukan unsur Indonesia, Belanda, dan China.
Puri ini terdiri dari tiga bagian area. Bagian depan atau pintu masuk disebut sebagai bencingah, tempat diadakannya pertunjukan kesenian tradisional. Sementara, sisi sebelah kanan dan kiri digunakan untuk tempat menerima tamu.
Kerajaan Karangasem berada di bawah kekuasaan Kerajaan Gelgel, dengan raja yang berkuasa saat itu I Dewa Karangamla. I Dewa Karangamla menikahi janda I Gusti Arya Batanjeruk, dengan syarat anak dari Batanjeruk harus menjadi penguasa.
I Gusti Arya menepati janji tersebut dan memberikan kekuasaannya pada putra Batanjeruk. Hal ini menandakan dimulainya kekuasaan Kerajaan Karangasem dari Dinasti Batanjeruk.
2. Taman Ujung Soekasada
Taman Ujung Soekasada merupakan sisa reruntuhan dari kompleks istana milik Kerajaan Karangasem. Pembangunan istana ini dimulai dari 1901 dan selesai pada 1921. Gempa bumi yang terjadi pada 1979 di Bali menghancurkan istana ini.
Dahulu, tempat ini bernama Kolam Dirah, yang berarti kolam tempat pembuangan bagi orang yang memiliki ilmu hitam. Pendirinya adalah Raja Karangasem, I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Agung Anglurah Ketut Karangasem.
Pada 1909, Raja Karangasem memerintahkan arsitektur Belanda, Van Den Hentz, dan Tiongkok, Loto Ang, dibantu dengan arsitek lokal dari Kerajaan Karangasem, untuk mengembangkan Kolam Dirah menjadi tempat istirahat Raja Karangasem.
Pengembangan kolam ini menghasilkan perpaduan tiga arsitektur, yakni Bali, Belanda, dan Cina.
3. Pura Lempuyang Luhur
Pura Lempuyang Luhur berada di Kecamatan Abang yang merupakan tempat suci bagi umat Hindu. Pura yang berlatar panorama Gunung Agung ini dikelilingi oleh hutan. Wisatawan yang menyukai trekking dapat melalui jalur pendakian menuju puncak.
Tersedia pula jalur yang biasa digunakan oleh umat Hindu untuk jalur bersembahyang dengan menggunakan tangga berundak. Tempat pertama yang dapat dikunjungi yaitu Pura Lempuyang Madya.
4. Pura Agung Besakih
Pura Agung Besakih berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, berada di lereng sebelah barat daya Gunung Agung.
Pura Agung Besakih juga disebut sebagai Hulundang Basukih, yang kemudian berkembang menjadi Desa Besakih.
Nama Besakih berasal dari Bahasa Sansekerta, Wasuki, yang berarti selamat. Penamannya didasari oleh mitologi Naga. Pada lokasi pura ini terdapat banyak peninggalan zaman megalitik, antara lain menhir dan tahta batu.
5. Tulamben
Tulamben merupakan sebuah desa yang berkembang menjadi objek wisata dengan potensi laut. Desa Tulamben terletak di Kecamatan Kubu, sekitar 25 kilometer dari Kota Amlapura dan berada di kaki Gunung Agung.
Laut yang berada di Tulamben biasa dijadikan snorkeling atau diving. Selain itu, Tulamben sebagai tempat para pendaki gunung untuk menjelajah Gunung Agung.
Pantai yang terdapat di desa ini tidak berpasir putih, tetapi berupa batuan sungai dengan bentuk yang bervariasi. Kondisi pantainya pun tidak terlalu panas karena dikelilingi oleh banyak pepohonan.
6. Rumah Bambu Pengalon
Jika Anda mengunjungi Pura Candidasa, sempatkan pula untuk mengunjungi Rumah Bambu Pengalon yang berada dekat dengan Pura Candidasa.
Rumah Bambu Pengalon merupakan rumah yang keseluruhannya dibuat dengan bahan bambu. Usut punya usut, ternyata bangunan ini merupakan proyek yang masih setengah jalan dikerjakan.
Akan tetapi, bangunan ini justru memiliki daya tarik tersendiri karena memang desain arsitektur rumah bambu ini sangat bagus.
Tambah lagi, Rumah Bambu Pengalon berhadapan dengan danau yang berwarna biru. Cocok untuk menjadi spot foto berikutnya.