Info dan Harga Travel Jakarta Babat

Info dan Harga Travel Jakarta Babat

Babat adalah sebuah kota kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Indonesia.

Kecamatan ini berjarak sekitar 27 Kilometer dari Pusat Kota Lamongan ke arah barat, dan 74 Kilometer dari Pusat Kota Surabaya ke arah barat.

Kecamatan ini mendapat julukan “Kota Wingko”, kue khas Jawa Timur yang cukup legendaris dan memang asli berasal dari kota ini.

Jejak bangunan peninggalan era kolonial juga masih bisa terlihat sampai saat ini, dikarenakan Kecamatan Babat pernah menjadi pusat ibu kota Kabupaten Lamongan pada era Hindia Belanda.

Selain itu kota ini juga pernah menjadi saksi bisu kekejaman Agresi Militer Belanda I & II.

Pasar Besar Babat & Pasar Argobis Semando merupakan kawasan grosir bagi 4 kota/kabupaten untuk memperoleh komoditas perdagangan terutama hasil-hasil pertanian.

Perjalanan Darat 

Jakarta dan Babat dipisahkan oleh daratan sepanjang 759,4 km. Jalur darat biasanya ditempuh dengan kendaraan umum, seperti bus antar kota, dengan lama perjalanan sekitar 9 jam 33 menit.

Harga Travel Jakarta Babat

Harga Travel Jakarta Sleman  adalah Rp550.000 – Rp600.000

Titik Keberangkatan

Pasar Baru, Mangga Dua, Sawah Besar, Johar Baru Gambir, Cikini, Senen, Cempaka Putih, Rawasari, Gunung Sahari, Kemayoran, Tanah Abang, Menteng, Kelapa Gading, Tanjung Priok, Pademangan, Cilincing, Koja, Penjaringan, Palmerah, Grogol, Kebon Jeruk, Kembangan, Tamansari, Tambora, Kalideres, Pasar Minggu, Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Cilandak, Tebet, Setiabudi, Duren Sawit, Kramat Jati, Makasar, Pasar Rebo, Ciracas, Matraman, Pulo Gadung, Jatinegara, Cipayung, Cakung,

Titik Lokasi Tujuan 

Di bawah ini adalah beberapa tempat penurunan penumpang populer di Babat.  Berikut adalah titik turun di Babat.

  • Terminal Bus Tambak
  • Lamongan
  • Turi
  • Jl. Panglima Sudirman No.24
  • AGEN LAMONGAN – JAMIRAN
  • Terminal Lamongan
  • Jl. Raya Babat Lamongan
  • Jl. Galang

Sekilas Tentang Andara Travel

Andara Travel merupakan perusahaan layanan transportasi travel Jakarta terbaik. Kami menyediakan berbagai layanan travel dengan armada yang lengkap yang bisa Anda gunakan untuk perjalanan Anda ke berbagai daerah tujuan Anda.

Untuk mendaftarkan diri memesan travel layanan kami, Anda bisa menghubungi ke nomor WA dan kontak berikut ini:

Nomor WA: 08578 377 6779

Email: andryjetbus@gmail.com

 

*****

Fakta Menarik Babat

Kalau udah sampai Babat ada apa aja ya? Apa yang bisa kita lakukan di Babat? Mari simak  5 fakta menarik tentang Babat  berikut ini.

1. Monumen Kapal Van Der Wick

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck pada 20 November 1936 menjadi kisah yang terkenal di masyarakat Indonesia. Peristiwa tersebut juga mengilhami novel berjudul sama yang ditulis Buya Hamka dan telah diangkat ke layar lebar pada 2013.

Namun, belum banyak yang tahu bahwa lokasi tenggelamnya kapal ini ternyata berada di Lamongan, tepatnya di perairan Brondong. Melihat kapal itu tenggelam, warga Brondong, berbondong-bondong menolong sehingga penumpang kapal selamat.

Berkat pertolongan itu, kini di depan kantor pengelola Pelabuhan Brondong, Lamongan, berdiri sebuah Monumen Kapal Van der Wijck.

Monumen itu merupakan bentuk terima kasih bangsa Belanda kepada warga Brondong untuk mengenang jasa-jasa mereka.

2. Pantai Kutang

Di Lamongan, tepatnya di Desa Labuhan ada pantai yang namanya cukup unik, yakni Pantai Kutang. Nama tersebut diberikan karena dahulu masyarakat setempat sering menemukan kutang yang tersangkut di pohon mangrove pantai tersebut.

Terlepas dari namanya itu, pantai ini menyimpan keindahan alam yang eksotis. Pantai Kutang memiliki hamparan pasir berwarna putih. Terdapat pula pohon-pohon mangrove di tepian pantainya.

Di pantai ini tersedia beberapa spot foto yang Instagramable seperti ayunan di pantai dan jembatan kayu panjang.

3. Wingko Babat

Banyak orang mengenal wingko babat sebagai salah satu oleh-oleh khas Semarang. Ternyata, wingko babat sebenarnya adalah camilan khas masyarakat Kecamatan Babat, Lamongan.

Wingko babat terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan, dan gula. Biasanya berbentuk bundar dan dibungkus menggunakan kertas.

Seiring perkembangan zaman, wingko babat kini tersedia dalam berbagai rasa. Salah satu produsen Wingko Babat paling terkenal adalah Loe Lan Ing yang bisa Anda kunjungi di Jalan Raya Babat No. 189.

4. Tradisi wanita melamar pria

Biasanya pihak pria mengunjungi pihak wanita untuk melakukan lamaran. Namun, di Lamongan, justru sebaliknya.

Setelah pihak wanita melamar, pihak pria membalas kunjungan sambil memberikan jawaban. Kedua belah pihak kemudian menyepakati waktu pernikahan.

Tradisi ini konon sudah terjadi turun temurun sejak masa pemerintahan Raden Panji Puspokusumo, penguasa Lamongan.

Dikisahkan, ia memiliki dua pangeran kembar yang memiliki hobi menyabung ayam. Suatu hari, kedua pangeran itu mengikuti sabung ayam di daerah Wirosobo. Ketampanan mereka membuat dua putri kembar raja Wirosobo langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Kendati dianggap melanggar norma pada waktu itu, desakan dari dua putri tersebut membuatnya berani melanggar norma.

Raja Wirosobo akhirnya melamar kedua pangeran kembar penguasa Lamongan itu. Sejak itulah perempuan melamar pria menjadi tradisi.

Meski begitu, semua calon mempelai pria harus memberikan seserahan lebih untuk wanita. Tujuannya, supaya pria tidak menggantungkan hidupnya kepada wanita karena bisa dianggap turun derajatnya di hadapan masyarakat.

5. Pantangan Makan Lele

Pecel lele Lamongan termasuk kuliner yang sering dijumpai di Indonesia. Di tempat asalnya, ternyata warga asli Lamongan, terutama warga Desa Medang, pantang untuk mengonsumsi ikan lele.

Mitosnya warga yang nekat mengonsumsi lele bisa gatal-gatal di sekujur tubuh hingga muncul bercak-bercak putih seperti ikan lele.

Ada berbagai versi cerita latar belakang mitos tersebut. Salah satunya diceritakan kalau Sunan Giri bertamu ke rumah seorang wanita di daerah Glagah, Lamongan.

Salah satu pusakanya ternyata tertinggal di rumah itu. Ia kemudian mengutus Boyopatih untuk mengambilnya. Namun, Boyopatih tidak disambut baik pemilik rumah.

Boyopatih memutuskan menyamar menjadi kucing untuk mengambil pusaka. Mbok Rondo pun menyadari hal itu dan meneriaki maling, sehingga ia dikejar oleh penduduk sekitar.

Boyopatih kemudian menceburkan dirinya ke kolam lele dan penduduk kehilangan jejaknya. Boyopatih merasa diselamatkan oleh ikan-ikan lele di kolam, kemudian bersumpah melarang anak turunannya untuk mengonsumsi lele.

Pesan Travel Untuk Perjalanan Anda Sekarang Juga